Jumat, 12 September 2025

Sosiologi Pendidikan Islam I


Pengantar Sosiologi Pendidikan Islam

Oleh : Mukhsin Sa'ad, S.Pd.I., M.Pd
Ka. Prodi PAI STAI Al Furqan Makassar


Pendahuluan

Sosiologi pendidikan Islam merupakan bidang kajian interdisipliner yang memadukan perspektif sosiologi dengan nilai-nilai pendidikan Islam. Sebagai cabang ilmu, sosiologi memusatkan perhatian pada struktur, interaksi, dan dinamika sosial, sedangkan pendidikan Islam menekankan pada proses internalisasi nilai-nilai keislaman dalam membentuk kepribadian dan peradaban umat. Dengan demikian, sosiologi pendidikan Islam hadir untuk menjelaskan hubungan timbal balik antara sistem pendidikan Islam dengan struktur sosial masyarakat yang melingkupinya.

Urgensi mata kuliah ini terletak pada kenyataan bahwa pendidikan Islam tidak pernah berdiri dalam ruang kosong. Ia selalu berinteraksi dengan faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik yang memengaruhi arah dan keberlangsungannya. Oleh karena itu, memahami pendidikan Islam melalui kacamata sosiologi memungkinkan kita untuk menemukan pola-pola hubungan antara pendidikan, agama, dan masyarakat secara lebih komprehensif.

Hakikat Sosiologi Pendidikan Islam

Sosiologi pendidikan Islam dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari hubungan antara pendidikan Islam dengan kehidupan sosial masyarakat, baik dalam aspek struktur maupun fungsi. Ia tidak hanya menjelaskan bagaimana pendidikan Islam berperan dalam pembentukan masyarakat, tetapi juga bagaimana masyarakat memengaruhi praktik pendidikan Islam. Dengan demikian, sosiologi pendidikan Islam menekankan interaksi dua arah yang dinamis dan berkesinambungan.

Dari sisi epistemologi, sosiologi pendidikan Islam bersifat integratif. Ia mengambil teori-teori dasar dari sosiologi, seperti teori fungsionalisme, konflik, dan interaksionisme simbolik, kemudian mengintegrasikannya dengan prinsip-prinsip Islam. Misalnya, konsep ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) dapat dianalisis melalui perspektif fungsionalisme sebagai perekat integrasi sosial, sementara prinsip amar ma’ruf nahi munkar dapat dikaji dalam perspektif konflik sebagai mekanisme koreksi sosial.

Tujuan Kajian Sosiologi Pendidikan Islam

Kajian sosiologi pendidikan Islam memiliki beberapa tujuan pokok. Pertama, memberikan pemahaman teoritis mengenai konsep-konsep sosiologi yang relevan dengan pendidikan Islam. Kedua, menumbuhkan kemampuan analisis kritis mahasiswa dalam membaca realitas sosial pendidikan Islam. Ketiga, mengembangkan keterampilan dalam mengaitkan fenomena sosial dengan nilai-nilai Islam sehingga dapat memberikan solusi bagi problematika pendidikan di masyarakat. Keempat, menanamkan kepekaan sosial dan religius agar mahasiswa mampu berperan aktif dalam pembangunan masyarakat yang multikultural.

Ruang Lingkup Kajian

Ruang lingkup sosiologi pendidikan Islam cukup luas, mencakup beberapa aspek berikut:

  1. Hubungan pendidikan Islam dengan struktur sosial – bagaimana lembaga pendidikan Islam berfungsi dalam mencetak generasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

  2. Mobilitas sosial melalui pendidikan Islam – peran pendidikan Islam dalam meningkatkan kedudukan sosial ekonomi individu dan kelompok.

  3. Perubahan sosial dan pendidikan Islam – bagaimana pendidikan Islam menjadi agen perubahan dalam masyarakat.

  4. Interaksi sosial dalam pendidikan Islam – hubungan antara pendidik, peserta didik, dan masyarakat dalam membentuk pola komunikasi yang islami.

  5. Multikulturalisme dan pendidikan Islam – peran pendidikan Islam dalam membangun harmoni sosial di tengah keberagaman budaya, agama, dan etnis.

Relevansi dengan Konteks Kekinian

Dalam era globalisasi dan modernisasi, pendidikan Islam menghadapi tantangan serius, seperti sekularisasi, degradasi moral, dan disrupsi teknologi. Sosiologi pendidikan Islam dapat memberikan perspektif kritis untuk memahami tantangan tersebut. Misalnya, bagaimana sistem pendidikan Islam merespons penetrasi budaya global yang seringkali bertentangan dengan nilai Islam. Atau bagaimana lembaga pendidikan Islam beradaptasi dengan perkembangan teknologi digital dalam menyampaikan ajaran Islam secara efektif kepada generasi milenial.

Selain itu, relevansi sosiologi pendidikan Islam juga terlihat dalam konteks multikulturalisme di Indonesia. Sebagai negara dengan masyarakat majemuk, pendidikan Islam dituntut untuk menjadi jembatan yang menghubungkan keragaman sekaligus memperkokoh identitas keislaman. Dengan memahami sosiologi pendidikan Islam, mahasiswa dapat lebih peka dalam melihat fenomena pluralitas sosial dan mencari solusi berbasis nilai-nilai Islam.

Kesimpulan

Pengantar sosiologi pendidikan Islam membuka cakrawala berpikir mahasiswa untuk memahami keterkaitan erat antara pendidikan Islam dengan struktur sosial masyarakat. Kajian ini tidak hanya bersifat teoritis, melainkan juga aplikatif dalam membaca fenomena sosial kontemporer. Dengan perspektif sosiologi, pendidikan Islam dapat dipahami sebagai agen pembentuk masyarakat yang beradab, sekaligus produk dari dinamika sosial yang ada. Oleh karena itu, mempelajari sosiologi pendidikan Islam merupakan langkah strategis dalam mencetak generasi yang religius, kritis, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat global yang terus berkembang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar